PAPA JUGA MERASAKAN SAKIT ITU, ANAKKU
Oleh : Sinang Bulawan
Pulang berkerja agenda rutin saya biasanya minum kopi sajian isteri dan lesehan sebentar menunggu sholat Magrib. Sehabis sholat dilanjutkan makan malam bersama dengan anak-anak, sholat Isya dan kadang nonton tv atau kesibukan lain menjelang istirahat untuk tidur. Biasanya menjelang tidur baru terja ...
selanjutnya
CUKUP SATU
Oleh : Sinang Bulawan
Hari Minggu pagi ini saya di rumah. Tidak ada kegiatan lain yang membuat saya harus bersegera mandi. Sehabis subuh, badan rasanya malas beranjak dari tempat tidur. Inilah penyakit orang Jakarta, libur Sabtu dan Minggu merupakan impian yang menyenangkan. Santai sejenak dari kepenatan dan himpitan kes ...
selanjutnya
KANTONG AMAL
Oleh : Sinang Bulawan
Kantong demi kantong sudah mulai dikeluarkan isinya. Saya, Pak Amri, Pak Karno, Pak Surya, dan dua anak saya duduk melingkar mengelilingi 24 kantung amal atau kalau di mesjid disebut kotak amal, hasil pengumpulan selama sholat Ied di lapangan tadi pagi. Setiap satu kantong ditumpahkan, bertebaranlah ...
selanjutnya
BELOK KIRI BOLEH LANGSUNG
Oleh : Sinang Bulawan
"Teteeeet, teteeet," klakson mobil saya pencet.
Di depan kami mobil VIOS silver berhenti menghalangi, padahal saya akan belok ke kiri. Lampu lalu lintas sedang merah, semua mobil dan motor berhenti. Tetapi mobil VIOS ini mau ke arah mana?, terus atau belok. Dia menutupi jalur saya yang akan belok k ...
selanjutnya
FIGHTING SPIRIT
Oleh : Sinang Bulawan
Bulan Ramadhan adalah saat tepat bila ingin melihat sisi mendalam tentang karakter diri dari sebagian masyarakat muslim Indonesia. Siang dan malam pembuktian tidak tertulis dan tanpa bicara, memberikan kesan yang pas. Ada yang sadar, sebagian besar pura-pura tidak sadar. Siapa pun juga tidak bisa me ...
selanjutnya
BALADA WANITA BERJILBAB
Oleh : Sinang Bulawan
(1) Satu.
Perempuan itu sudah berdiri di depan pintu lift, ketika saya datang menghampiri lift untuk naik kek kantor saya di lantai 13. Saya tidak mengenal dia, mungkin dari perusahaan lain dan di lantai berbeda. Maklum saja gedung tempat saya berkantor terdiri dari 22 lantai, dan ada sekitar 80 pe ...
selanjutnya
INDAHNYA RAMADHAN
Oleh : Siti Syarifah
Saat menikmati santapan buka puasa bersama keluargaku, entah mengapa, tiba-tiba pikiranku melayang ke masa silam saat masih duduk di bangku SMP. Pertemuan dengan wanita separuh baya itu tak dapat kulupakan hingga hari ini. Kenangan yang kami lewati bersama mengambil tempat tersendiri di hatiku.
T ...
selanjutnya
KETIKA BURUNG BESI ITU MENGANGKASA
Oleh : Dewi Rieka
Pesawat Garuda yang membawaku ke Makassar mulai lepas landas. Bunyinya memekakkan telinga ketika ia menambah kecepatan. Aku duduk kaku. Mencengkeram kursi. Mulut komat-kamit melafazkan zikir untuk menenangkan gelisah hati. Jantung berdebar keras. Keringat dingin. Swung! Akhirnya pesawat mengangkasa. ...
selanjutnya
KEMBALINYA MATA YANG HILANG
Oleh : Febri Khairunisa
Cerita ini kutuliskan berdasarkan pengalaman yg mungkin takkan terlupakan dan menjadi pelajaran berharga dikemudian hari. Tuhan menciptakan makhuknya dengan berbagai rupa dan kesempurnaan. Namun tidak semua orang beruntung memiliki panca indra yang sempurna dan lengkap.
Dan setiap kejadian pasti ...
selanjutnya
HEBATKAH AKU?
Oleh : Dewi Rieka
Ramadhan datang lagi. Alhamdulillah, kita masih diberi usia oleh Allah SWT untuk menjalani bulan penuh ampunan ini. Bicara soal ramadhan, aku jadi teringat ramadhan beberapa tahun lalu. Saat itu, aku masih kuliah semester enam di Yogya. Aku mendaftar jadi panitia kegiatan RDK alias Ramadhan di Kampu ...
selanjutnya
SIAPA MENABUR, SIAPA MENUAI
Oleh : Suga Diawara
Pernah sewaktu kecil, saya mengalami kejadian yang menarik ketika bermaksud memeriksakan gigi di Puskesmas. Seratus meter sebelum sampai di sana, saya lihat dua anak yang tengah berebut sesuatu. Rupanya mereka menemukan beberapa lembar ribuan yang berserakan di tepi jalan. Anak yang lebih kecil bad ...
selanjutnya
TAK PERLU ALASAN UNTUK MENOLONG
Oleh : Asma Sembiring
“Ma, jangan dikasih!” Tanganku yang tengah terjulur memegang keping seribuan tertahan di udara. Teguran Nunu, teman kerjaku tersebut menghentikan gerakanku mendadak. Sementara, lelaki tua bermuka keriput yang setiap hari aku jumpai di Stasiun Lenteng Agung tersebut memandangku. Berharap-harap cemas, ...
selanjutnya
PERAMPOK SADIS
Oleh : Sinang Bulawan
"Nging...nging..ngiing"
"Pak!... pok!... pak!... pok!".
Gelap, semua hitam. Gerah lagi.
"Nging...nging..ngiing".
"Pak!...pak!"
"Kena lu".
"Dimana ya lampu senter?"
"Ma, bangun. Mati lampu". Saya bangkit dari tempat tidur.
Kamar gelap, gerah dan banyak nyamuk lagi.
Heran ya, tuh nyamuk ...
selanjutnya
BILA STROKE MENYERANG
Oleh : Sinang Bulawan
"Kriiiiing".
"Assalamualaikum".
"Mama sedang di depan. Ada apa tante?".
"Ya tante, nanti dikasih tahu".
Demikian, ada bunyi telepon, diangkat anak saya. Walaupun samar-samar saya menangkap jawaban dia di gagang telepon. Saya sedang baca buku di kamar, bersebelahan dengan ruang tengah, tempat keb ...
selanjutnya
BELAJAR DARI NENEK SI PENJUAL BUAH
Oleh : Benny Oktaviano
Hari itu sepulang dari kantor aku menunggu istriku pulang dari kantornya. Sebuah halte bus menjadi tempat perjanjian kami. Tentu saja, itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari kami. Dan menunggu selalu menjadi kegiatan tetap yang akhirnya kunikmati.
Tapi hari itu menunggu membuat lamunanku mem ...
selanjutnya
BELIAU TELAH PERGI
Oleh : Udo Yamin Efendi Majdi
Bismillah. Beliau telah pergi. Meninggalkan sejuta kenangan indah. Setiap orang yang hadir di bandara —ataupun yang tidak sempat mengantar— punya catatan sendiri tentang beliau. Dari sekian komentar itu, aku dengar, beliau menjadi buah tutur yang baik. Adakah yang lebih berharga dari buah tutur ...
selanjutnya
INDAHNYA KISAH DI DALAM KISAH
Oleh : C. Alin
Ibuku paling jago membaca dongeng. Titik koma tak lebih dari adonan tepung dan susu. Gulanya adalah kata. Menteganya adalah boleh jadi makanan kata itu. Dengan ramuan resep rahasianya, ditambah legitnya bahasa, diaduk, dicampur. Jadilah sebuah rasa. Rasa yang tak mungkin bisa di tandingi oleh resep ...
selanjutnya
CARA KAMI BERPESTA
Oleh : Syafaatus Syarifah
Memenuhi undangan temanku, yang anaknya sedang berulang tahun yang ke-2. Saya datang bersama suami tercinta dan anak semata wayangku, Mirza, yang juga hampir berusia 2 tahun kala itu. Pesta ulang tahun ini dilangsungkan disebuah restoran siap saji produk Amerika yang terletak di pusat perbelan ...
selanjutnya
TERGODA BURUK SANGKA
Oleh : Syafaatus Syarifah
Di siang hari yang terik lelaki muda yang belakangan kutahu namanya Johan itu datang ke rumah kami. Dia bersama seorang temannya. Kuperkirakan mereka berusia tak lebih dari 25 tahun. Aku sedang sibuk bermain dengan anakku, maka suamikulah yang menemui mereka. Sempat kulihat sekilas sosok Johan ...
selanjutnya
SETELAH 16 TAHUN BERLALU
Oleh : Syafaatus Syarifah
Mengakui sebuah kejahatan yang pernah kita lakukan, adalah sebuah tindakan yang berat. Jika tidak dilandasi dengan tekad dan kemauan yang kuat, rasanya kita tidak akan mungkin membuat sebuah pengakuan dosa kepada orang lain. Kebesaran jiwa untuk berkata jujur diperlukan. Semua itu tidak mudah, ...
selanjutnya
DASYATNYA DOA IBUNDA
Oleh : Si Puam
Seorang trainer motivasi ternama negeri ini pernah berkisah seputar pengalaman menakjubkan yang dialaminya. Saat istrinya harus bolak-balik rumah sakit karena penyakit yang tak jua diketahui apa nama dan jenisnya, sementara biaya berobat sudah menyedot hampir seluruh isi dompet, bahkan isi rumah, ...
selanjutnya
SELEMBUT GERAKAN HATI
Oleh : M. Gunawan
Pagi itu aku mendatangi sebuah kantor instansi pemerintah untuk memenuhi janji mengambil dana sponsorship kegiatan pelatihan yang akan kami gelar. Sesampai di sana, aku pun diminta menunggu karena bagian keuangan sedang tidak di tempat. Satu jam, dua jam, dan akhirnya genap tiga jam aku menunggu, ...
selanjutnya
KISAH SEORANG IBU BERGINJAL SATU
Oleh : Syafaatus Syarifah
Seluruh keluarga besar dari Ibuku berkumpul di sebuah rumah joglo di desa kelahiran ibuku. Duka menggantung di langit-langit keluarga saat itu. Salah seorang anggota keluarganya dinyatakan mengalami kegagalan fungsi ginjal. Dia adalah kakak laki-laki ibuku atau kami biasa memanggilnya pakde. Pakdeku ...
selanjutnya
CABUT TEKI HINGGA AKAR
Oleh : Sribudi Astuti
Pikiranku tiba-tiba melayang jauh ke kehidupan beberapa tahun lalu, kehidupan seorang mahasiswa di sebuah universitas di Jogja, sekaligus sebuah kehidupan yang mungkin tidak diketahui orang, bahkan orang-orang terdekatku. Dimata mereka aku hanyalah seorang anak pendiam yang selalu membawa ember hita ...
selanjutnya
TIADA LETIH BERHARAP
Oleh : Cahaya Khairani
Telah satu tahun berlalu, penantianku akan hadirnya buah hati serasa tak pernah berujung. Usia pernikahan yang masih sangat muda memang, namun tak dapat dipungkiri hati ini kerap membuncah menahan kerinduan akan hadirnya malaikat kecil ditengah-tengah kami apalagi teman-temanku telah menikmati kebah ...
selanjutnya
MAHALNYA SEKOTAK SUSU
Oleh : Fiyan Arjun
“Do’akan Ayah biar bisa beli susu ya, Shan….”
Itulah sekelumit kata-kata yang sering kali diucapkan oleh kakak laki-lakiku setiap kali kakakku melakukan kewajibanNya tiap malam tiba. Entah itu shalat isya, hajat maupun tahajjud. Dan sang anak yang dibisikan seperti itu ke telinganya bukannya men ...
selanjutnya
DARI PUNCAK PENDAKIAN
Oleh : Adjie
Sempat aku bertanya, benarkah sebuah pembelajaran baru bisa hadir dari sebuah kisah sedih ? Haruskah sebuah hikmah justru lahir dari sebuah tragedi yang menyakitkan ?
Berbicara kisah sedih dan menyakitkan, kisah dan kejadian apakah yang bisa mengantar Anda pada puncak kesakitan dan kesedihan itu ...
selanjutnya
DARI PUNCAK PENDAKIAN
Oleh : Adjie
Sempat aku bertanya, benarkah sebuah pembelajaran baru bisa hadir dari sebuah kisah sedih ? Haruskah sebuah hikmah justru lahir dari sebuah tragedi yang menyakitkan ?
Berbicara kisah sedih dan menyakitkan, kisah dan kejadian apakah yang bisa mengantar Anda pada puncak kesakitan dan kesedihan itu ...
selanjutnya
BERNIAGA DENGAN ALLAH
Oleh : Sie Elha
Sosok yang kuceritakan ini adalah guru kami, sahabat kami, dan anak-anakku memanggilnya Pakde Koko. Selalu ada cerita-cerita baru yang asik untuk didengarkan. Kadang ada tawa karena cerita jenakanya…tapi juga kadang kami terdiam lamaa…lidah serasa kelu untuk berkata-kata…Ada banyak hikmah dan cinta ...
selanjutnya
BERTANYALAH KEPADA ALLAH
Oleh : Retnadi Nur'aini
Beberapa waktu lalu, seorang teman saya, Citra pernah bercerita tentang betapa hangat dan harmonisnya keluarga temannya, Ninin. Pernah pada suatu ketika, Citra semobil dengan keluarga Ninin. Bersama-sama, mereka mencari alamat rumah teman Ririn, adik Ninin. Yang mana, Ririn lupa sama sekali letak ru ...
selanjutnya
BERTANYALAH KEPADA ALLAH
Oleh : Udo Yamin Effendi
Dari Allah, Saripati Tanah
Terlebur Tanah, Kembali ke Allah
Di antara keduanya
Adalah:
Setetes Air mani, Segumpal darah
Tulang belulang, Terbungkus daging
Janin, Balita, Anak-anak, Remaja
Pemuda, Dewasa, Manula
Itulah Perubahan Manusia!
Lalu, di Alam Kubur dan Alam Akhirat
Allah b ...
selanjutnya
KETIKA AKU BELAJAR KETENANGAN
Oleh : Febty Febriani
Barang siapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah di dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya (Yahya bin Mu’adz)
Sekitar satu bulan terakhir ini, ada doa khusus yang aku panjatkan kepada Sang Khalik saat aku menghadap-Nya. Aku ingin belajar tenang ...
selanjutnya
MOLA HIDATIDOSA DAN LARA KEDUA
Oleh : Indarpati
Kuterbangun di sebuah jurang yang amat dalam, kelam. Tanpa dasar, tanpa gawir tuk sekedar kusapukan tangan. Kesenyapannya seolah menelanku, tak bersisa. Sejenak kukira dia alam sesudah kehidupan fana. Semula kusangka jiwaku telah kembali pada-Nya. Namun samar, kudengar suara-suara.
Asa mem ...
selanjutnya
RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU
Oleh : Benny Oktaviano
Mengutip pepatah lama, rumput tetangga lebih hijau. Dan ini pernah aku rasakan dulu, ketika aku masih kecil. Pikiranku pun pasti terantuk pada sosok Ayahku. Seorang Ayah, yang mestinya menjadi kebanggaan dan pahlawan masa kecilku, tapi selalu saja menjadi tidak sempurna di mataku dulu.
Aku mas ...
selanjutnya
PELAJARAN UNTUK SEBUAH KETIDAKIKHLASAN
Oleh : Regantini
Baru jumat minggu lalu aku pulang sejenak ke rumah orangtuaku di Jakarta, setelah lima hari aku tinggal di kosan. Kehidupanku sebagai seorang mahasiswa yang juga merangkap sebagai pekerja part timer menuntut aku untuk hidup dengan menyewa sebuah kamar bersama dengan temanku.
Sore ini, aku baru sa ...
selanjutnya
Doa Sang Malaikat
Oleh : Dikdik Andhika Ramdhan
Pelataran putih serta hamparan karpet beludru yang menutupi hampir seluruh bagian masjid masih terlihat agak lengang dari biasanya. Adzan dzuhur memang masih sekitar empat puluh lima menit lagi baru akan berkumandang. Ada beberapa orang yang sudah duduk bersila di beberapa bagian teras masjid. Aku m ...
selanjutnya
Dalam Rinai Hujan
Oleh : Dikdik Andhika Ramdhan
Hujan masih belum berhenti, titik-titik air kini menjelma seakan butiran-butiran kristal yang menghiasi hamparan dunia. Ia kembali datang setelah hampir beberapa pekan lamanya ia tak kunjung tiba. Matahari pagi entah dimana kini ia bersembunyi, sejak shubuh tadi memang ibu kota diselimuti oleh dingi ...
selanjutnya